Masyarakat Diminta Merawat Keindahan Obyek Wisata Religi Golo Curu 

  • Sharebar
Ruteng, Flores Independen - Kementerian Pariwisata melalui Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai melaksanakan kegiatan Aksi Sapta Pesona dan Bersih Bersih di Golo Curu Ruteng Kabupaten Manggarai, Kamis (28/6/2018).
 
Kegiatan ini dihadiri oleh semua pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai, Kelompok Sadar Wisata (Darwis) Kelurahan Karot yang dipimpin oleh Pit Mitak, Organisasi Muda Katolik Paroki Fransiskus Asisi Karot dan sanggar seni Wela Kaweng Ruteng.
 
Golo Curu dikenal sebagai salah satu obyek wisata religi yang sering dikunjungi umat Katolik untuk berdevosi pada Bunda Maria. Terletak di arah utara Kota Ruteng, di puncak bukit ini terdapat gua dengan arca Maria dan merupakan spot yang bagus untuk melihat berbagai sisi pemandangan alam.
 
“Kegiatan ini merupakan salah satu kebijakan strategis nasional untuk mempercepat pembangunan dalam sektor pariwisata. Sehingga dalam hal percepatannya di perlukan langkah yang sangat strategis, untuk tercapai pemberdayaan masyarakat yang kuat di seluruh wilayah kawasan pariwisata," kata Winda, dari Kementerian Pariwisata dalam sambutannya.
 
Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu dari program sadar wisata dengan berpegangan pada sapta pesona. Aktivitas bersih-bersih tempat ini (Golo Curu, Red.) diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk menumbuh kembangkan kawasan pariwisata sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
 
Kepala Pariwisata NTT Marius Jelamu dalam sambutan membuka kegiatan itu mengatakan, pembangunan kepariwisataan yang dilaksanakan Kementerian Pariwisata 2018, salah satunya difokuskan pada penguatan destinasi-destinasi pariwisata secara nyata dengan cara memberdayakan serta melibatkan seluruh unsur yang terlibat secara aktif dan langsung guna mempertahankan keaslian, keutuhan daya tarik dari destinasi wisata dengan cara mengimplementasikan butir-butir Sapta Pesona yaitu, Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan.
 
"Kita tentu berharap agar pembangunan dan pengembangan destinasi pariwisata haruslah dimulai dari menumbuhkan rasa memiliki serta menimbulkan hak dan kewajiban masyarakat dalam upayanya menciptakan lingkungan yang mendukung dengan suasana yang kondusif agar mampu mendorong tumbuh berkembangnya industri pariwisata melalui unsur unsur yang terpatri dalam sapta pesona," kata Jelamu.
 
Pada kesempatan tersebut, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Frumentius L.T.K Do, mendeskripsikan tentang 10 destinasi wisata andalan Kabupaten Manggarai yakni Wae Rebo, Kampung Adat Todo, Sawah Lodok Cancar, Tambak Dalo, Liang Bua, Air terjun Cunca Lega, Air terjun Tengku Siwa dan Kampung Ruteng Pu’u.
 
Ia mengatakan bahwa pembangunan pariwisata merupakan pembangunan lintas sektoral sehingga suksesnya wisata sangat di tentukan oleh dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh SKPD dan semua masyarakat. 
 
“Masyarakat yang konsen dalam merawat sapta pesona ialah kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sebab memiliki peran serta aktif dalam memelihara dan melestarikan objek wisata, serta pembangunan objek wisata daerah. Kita harus dapat menciptakan lingkungan yang bersih untuk kegiatan kepariwisataan dan mampu memberikan layanan yang higienis bagi wisatawan,” kata Frumentius.(WIL/JIM)
groups: