Festival Komodo 2018 Mulai Digelar di Labuan Bajo

  • Sharebar
Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula dan wabup Dr. Maria Geong, PhD saat menunggangi kuda di acara Festival Komodo 2018.(Foto: ist).

Labuan Bajo, Floresindependen.com - Kegiatan pagelaran seni dan budaya yang dikemas dalam Festival Komodo merupakan tolak ukur kunci kesuksesan mendatangkan arus kunjungan wisatawan manca negara yang akan berkunjung ke Labuan Bajo . Festival tahunan ini merupakan salah satu ajang promosi pariwisata Labuan Bajo sehingga Pemerintah Kabupaten ManggaraI Barat mengadakan event berskala nasional tersebut kembali digelar dan dipusatkan di Kota Labuan Bajo. 

Festival Komodo 2018 telah resmi dibuka, dimulai dengan titik start pawai atau karnaval yang diikuti berbagai etnis (suku) yang ada di Labuan Bajo sebagai bentuk bahwa Manggarai Barat yang beribu kota Kota Labuan Bajo merupakan ikon perdamaian dan persaudaraan dari  berbagai suku, agama dan adat-istiadat berbeda dalam bingkai kebersamaan. Acara dibuka oleh Bupati Manggarai Barat , Drs. Agustinus Ch Dula dengan pelepasan rombongan karvaval, Senin.(5/3/2018) pukul .02.30.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dula mengatakan, dengan kegiatan Festival Komodo ini perlu kita memiliki rasa kebanggaan karna reptil Komodo yang ada yang kini telah mendunia dan dikenal luas. Dalam pagelaran karnaval, rombongan peserta Festifal Komodo ini berkreasi dengan diikuti berbagai tontonan seni budaya yang dibawakan oleh berbagai etnis yang ada di Labuan Bajo. 

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata provinsi NTT, Marianus Jelamu mengatakan sasaran utama kegiatan ini untuk memperomosikan pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan salah satunya adalah binatang Komodo. Program kegiatan Festival Komodo ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah baik itu pemerintah pusat , provinsi dan kabupaten untuk terus berjuang dalam rangka membangun pariwisata di Nusa Tenggara Timur agar arus kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat.

"Kegiatan ini dilakukan setiap tahun dan di pusatkan di Labuan Bajo karena di Labuan Bajo ini merupakan salah satu pintu masuk pariwisata," kata Marianus.

Ketua DPC Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) cabang Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, Sebastian Pandang mengatakan, event Festival Komodo ini sangat berdampak positif karena kegiatan ini bisa mempengaruhi arus kunjungan wisatawan yang sedang berkunjung maupun yang sudah pernah datang dan akan  berkunjung ke destinasi wisata Komodo di Labuan Bajo.

"Mereka dapat menikmati event Festival Komodo dengan begitu banyak atraksi budaya. Oleh karena itu, harapan kami sebagai pelaku atau praktisi pariwisata di Mabar agar Festifal Komodo menjadi lebih dikenal dari tahun ke tahun sehingga arus kunjungan wisatawan juga semakin meningkat," ungkap Sebastian.

Melalui ajang tahunan ini, lanjut Sebastian, diharapkan Festival Komodo bisa dimanfaatkan dengan baik lewat partisipasi semua para pelaku usaha pariwisata dengan memperomosikan dan menjual paket-paket pariwisata yang ada kepada para wisatawan. Sebagai salah seorang praktisi usaha jasa pariwisata, dia optimis melaui kegiatan ini, pariwisata Bumi Komodo lebih dikenal ke dunia pariwisata global dan dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan tahun berikutnya semakin meningkat.

"Kegiatan ini juga untuk menambah income masyarakat Labuan Bajo dari hasil atraksi wisata budaya dan juga mendapatkan income dari penjualan kuliner. Pemerintah dengan adanya kegiatan ini harus melibatkan langsung semua travel agent baik itu dari dalam maupun dari luar negeri untuk mengambil bagian dalam kegiatan Festifal Komodo," pesan Sebastian.(HER)
groups: