CARITAS KEUSKUPAN RUTENG SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA DI MABAR

  • Sharebar

Bantuan tahap pertama dari Caritas Keuskupan Ruteng saat tiba di Kampung Melo pada 10 Maret 2019. Caritas akan terus menyalurkan bantuan bertahap kepada korban bencana alam di Mabar.

RUTENG, FLORES INDEPENDEN - Bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda sejunlah titik di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (7/3) telah mengakibatkan kerusakan rumah, fasilitas umum dan korban jiwa. Tercatat 8 orang meninggal dan ratusan lainnya mengungsi akibat rumah tempat tinggal mereka rusak parah terkena bencana banjir dan longsor. Hingga berita ini diturunkan, jalan raya yang menghubungkan Ruteng-Labuan Bajo masih terputus dan belum bisa dilewati kendaraan.

Paska bencana alam tersebut, bantuan sosial mulai berdatangan guna mengurangi beban hidup para pengungsi. Pada 10 Maret 2019, Caritas Keuskupan Ruteng, sebuah wadah perkumpulan yang melakukan kegiatan-kegiatan sosial karitatif untuk korban bencana alam telah ikut  memberikan bantuan kepada korban bencana tanah longsor di Wae Lia, Kampung Culu dan Kampung Melo yang berada diwilayah Kevikepan Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat.

Tim Caritas menyisir titik-titik lokasi terjadinya bencana sejak Jumat 8 Maret 2019 pukul 09.00 pagi guna mendata langsung seluruh korban terkena dampak bencana serta berbagai kebutuhan mendesak yang dibutuhkan para korban.

Pada Sabtu (10/3) tim lain dari Caritas Keuskupan Ruteng juga langsung turun ke lokasi membawa serta bantuan berupa beras 1 Ton,  Mie instant,  terpal,  tikar, sarung,  berbagai peralatan dapur, air mineral dan kebutuhan primer lainnya.

Saat melangsungkan penyerahan bantuan ini, Ketua Komisi Caritas keuskupan Ruteng,  Rm. Yuvens Rugi, Pr kepada korban terdampak bencana di Melo dan Ckonobo Kevikepan Labuan bajo mengatakan bahwa Keuskupan Ruteng  turut berprihatin dengan peristiwa bencana alam yang melanda dan atas nama keuskupan turut berduka cita untuk para korban yang meninggal dunia.
 
"Kami (Caritas) hadir ditempat ini sebagai bentuk keprihatinan Keuskupan terhadap bapak ibu dan semua yang ada disini. Apa yang saudara dan saudari alami di sini kami juga ikut merasakan hal yang sama," kata Rm. Yuvens. 

Lembaga Caritas, lanjut dia, merupakan suatu lembaga di Keuskupan Ruteng yang tugas utamanya berkaitan dengan bencana alam. Caritas yang artinya Kasih akan selalu ada bersama para korvan bencana alam termasuk yang menimpa warga di Manggarai Barat.

"Berkat doa kita semua ada banyak tangan-tangan kasih yang siap membantu seadanya keperluan bapak ibu semuanya. Sekali lagi atas nama Keuskupan Ruteng,  saya menyampaikan turut prihatin dengan musibah ini," tambahnya.

Sementara itu, pantauan media ini, di Aula Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng,  11 Maret 2019, Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, Rm. Martin Chen, Pr menggelar pertemuan pembentukan panitia kecil guna pemberian bantuan tahap kedua bagi korban bencana alam yang ada di Labuan bajo.

"Selain bahan makanan, tentu juga kita akan berpikir untuk bantuan trauma healing serta kesehatan untuk keluarga-keluarga korban terdampak bencana. Saya kira banyak masyarakat apalagi anak-anak yang mengalami trauma dengan peristiwa ini sehingga mereka perlu didampingi dalam melewati masa-masa sulit dan pemulihan ini," ucap Rm. Martin.

Untuk bantuan tahap dua ini,  Puspas melalui Caritas Keuskupan Ruteng bersama kelompok relawan dari STKIP St. Paulus Ruteng, serta utusan orang muda  dari beberapa paroki yang ada di Keuskupan Ruteng akan turun ke lokasi Selasa (12/3). Bantuan tahap dua ini akan diarahkan menuju Kampung Melo mendistribusikan langsung 1 ton beras, Mie instant, Bahan Bakar Minyak (minyak tanah), selimut dan kain serta peralatan dapur. (Puspas/Jimmy)

 
tags: 
groups: