Tour de Flores II Mendekat, Mabar Menunggu Tambahan Dana

  • Sharebar
Para pembalap di ajang TdF I saat akan dilepas menuju etape terakhir.
Laporan Wartawan Flores Independen, Fransiskus Gulat

LABUAN BAJO, Floresindependen.com- Tak lama lagi perhelatan Lomba Balap Sepeda bertaraf internasional, Tour de Flores akan diselenggarakan. Tetap dengan menggunakan tag line TdF danakan dihelat sebagai  Tour de Flores Jilid II.

Tinggal menghitung bulan, persoalan – persoalan yang menyelimuti hajatan kelas internasional ini belum terjawab.

Perhelatan TdF II, yang seyogyanya mengharuskan keikutsertaan semua kabupaten di Pulau Flores ternyata tidak semua siap penuh dan sigap menerimanya.

Bahkan, sudah ada kabupaten lain yang menyatakan keengganan bahkan penolakan atas diselenggarakannya kembali event ini seperti dilansir media. Event ini dinilai tidak berdampak signifikan terhadap industri pariwisata Pulau Flores.

Dari penelusuran media ini, sejumlah pendapat meragukan karena dianggap hanya membuang – buang uang. Bahkan, berangkat dari sukses penyelenggaraan TdF Jilid I rombongan balap sepeda ini tidak belanja sedikit pun produk – produk lokal sehingga dianggap tidak menguntungkan sebagai upaya promosi pariwisata. 

Namun, kebenaran itu masih bisa dilihat dari sisi lain, TdF I telah tercatat pula berhasil mengharumkan nama Pulau Flores di belahan dunia karena mendapat peliputan media yang luas.

Untuk pembiayaan event balap sepeda ini, Provinsi NTT sebagai main host, menanggung sebagian besar dana. Setiap kabupaten sepanjang daratan Flores diperkirakan harus menanggung beban biaya masing – masing sebesar Rp 1,5 miliar. 

Dana yang tidak kecil tentunya. Tapi, kita yakin para pengambil kebijakan sudah melakukan analisis rasional melalui berbagai pengukuran atau ramalan/forecasting baik dengan  trend, regresi, korelasi, dan mathematical expectation atas pembiayaan event ini dan dampak ke depan bagi industri pariwisata Pulau Flores. 

Antara pembiayaan dan peningkatan jumlah arus masuk wisatawan baik domestik pun manca-negara dan tentunya mengangkat dinamika perkembangan usaha pelaku jasa pariwisata Pulau Flores.

Selain itu, tingkat keterkenalan orang terhadap destinasi – destinasi Pulau Bunga ini akan semakin luas. Hasilnya diharapkan positif sekalipun baru terlihat 5 bahkan 10 tahun yang akan datang. 

Butuh 1,5 Miliar
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, SE ditemui Senin (10/4/2017) mengatakan terkait TdF II  sejauh ini  Kabupaten Manggarai Barat, kabupaten di ujung Barat Pulau Flores sebagai  “gerbang” masuk para wisatawan Pulau Flores dari arah barat ini telah mengikuti Rapat Koordinasi yang diselenggarakan di Hotel La Prima, Labuan Bajo beberapa hari yang lalu. Rapat yang diselenggarakan oleh Provinsi NTT dan diikuti oleh semua kabupaten se-daratan Flores minus Kabupaten Bajawa. 
 

Dijelaskannya, hingga saat ini Kabupaten Manggarai Barat belum memiliki dana yang cukup sesuai kebutuhan dan alokasi per kabupaten untuk event ini.

“Dana yang sudah dianggarkan sebanyak Rp 500 juta. Masih butuh dana sebesar Rp 1 miliar. Kondisi miris, tentunya. Padahal TdF ini tinggal menghitung hari saja,” jelas Baut.

Diperkirakan pada Bulan Juni 2017 mendatang, ratusan pembalap sepeda dan rombongan TdF akan melintasi Pulau Flores.

Terkait permasalahan ini, menurut Baut, pihak Dinas Pariwisata Manggarai Barat sudah mengambil langkah cepat. “Sudah disampaikan permohonan penambahan anggaran sebesar Rp 1 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Namun, permohonan ini tentu juga belum bisa dipastikan dijawab atau tidak,” ungkap Baut.

Dia menjelaskan, proses penganggaran keuangan daerah baru akan dibahas melalui pembahasan APBD 2017 Perubahan bersama DPRD Mabar. Sehingga menjadi pertanyaan tentang matang tidaknya persiapan bagi suksesnya event akbar ini. 

“Kami belum bisa melakukan kegiatan apa pun. Kita harus mempunyai kepastian anggaran dulu. Dan sebuah pertanyaan, apakah usulan penambahan anggaran ini mendapat persetujuan pada saat Rapat Pembahasan Perubahan APBD II Manggarai Barat di DPRD Mabar?” tutur PNS eselon III yang telah 9 tahun menjabat sekretaris Disbudpar ini.

Perhelatan apa pun pasti memerlukan persiapan – persiapan matang. Apalagi tour, yang katanya, sekelas level multinasional  ini. Banyak hal yang perlu dilakukan untuk mempersiapkannya dengan baik. Tak hanya itu, koordinasi maupun konsultasi yang dilakukan bukan hanya sekali dua kali. Tapi berkali – kali termasuk rapat - rapat lanjutan. 

“Bahkan sekarang ini sudah ada tim survey dari Provinsi NTT. Tim  ini sedang  melakukan survey jalan dan lintasan dalam Kota Labuan Bajo hari ini,” tambahnya.  

Ditanya respon masyarakat terhadap perhelatan event tersebut, Baut mengatakan terlepas dari berbagai pendapat yang ada, kegiatan tersebut bisa dijadikan pula sebagai ajang promosi pariwisata Manggarai Barat.

“Terkait ada yang mempertanyakan apa dampak langsung perhelatan ini bagi industri pariwisata Pulau Flores pada umumnya dan Kabupaten Manggarai Barat pada khususnya, tergantung pengetahuan kita untuk menilai. Tapi bahwa satu hal yang dapat saya sampaikan bahwa ini adalah upaya promosi,” jelasnya.

Promosi pariwisata, menurut dia, sebagaimana hakekatnya memperkenalkan sesuatu, dampaknya bisa saja baru akan dirasakan pada tahun – tahun mendatang. Bukan satu dua bulan saja namun bertahun - tahun. “Dan kalau ada pihak – pihak yang menolak  itu wajar,” kata Baut.[]Editor: Adi Itoe  
groups: