Misteri Kematian Pria Nangalili Terkuak, Istri Korban Dalangi Pembunuhan

  • Sharebar

OUL, salah satu pelaku yang ditangkap tim jatanras di Pelabuhan Aimere.

Laporan Wartawan Flores Independen, Konstantinus Hona

RUTENG, FI - Misteri kematian pria asal nangalili IMJ, 35 tahun,  kini telah menemukan titik terang. Kerja cepat tim jatanras Polres Manggarai berhasil membongkar skenario yang dilakukan oleh beberapa pelaku pembunuhan tersebut.

Salah satu pelaku yang terlibat langsung menghabisi nyawa korban adalah OUL, 28 tahun, yang ditangkap Jumat (5/8/2016) di pelataran Pelabuhan Laut Aimere Kabupaten Ngada. Pria muda asal Sumba Timur ini dibekuk saat hendak melarikan diri ke kampung halamannya. Namun, tim jatanras yang dipimpin langsung  Kasat Reskrim Polres Manggarai, IPTU Okto Selly, langsung menangkap pelaku saat sedang turun dari motor ojek yang ditumpanginya.

"Penangkapan salah satu pelaku pembunuhan berinisial OUL pada hari Jumat (5/8/2016) pukul 06.30  di pelataran parkiran Pelabuhan Aimere Kabupaten Ngada. Dia  belum sempat masuk ke dermaga dan rencana berangkat ke Sumba menggunakan Kapal Feri Inerie 2," jelas Okto. Dalam pengakuannya OUL mengatakan dia dijanjikan oleh istri korban uang sejumlah Rp 15.000.000 tetapi uang tersebut diserahkan setelah korban sudah meninggal.

Tim jatanras dibawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Manggarai melakukan pencarian terhadap OULl selama 5 hari terhitung sejak tanggal 1 sampai 5 agustus 2016. Motif dalam pembunuhan berencana ini dilakoni oleh istri korban dengan membayar dua eksekutor dengan tawaran uang masing-masing 15 juta rupiah.

"Sesuai keterangan pelaku OUL bahwa  salah satu oknum lain berinisial W yang turut terlibat dalam membentuk strategi pembunuhan terhadap IJW, sehingga pihak kepolisian akan menjemput oknum tersebut untuk dimintai keterangannya," papar Okto. Disaksikan media ini ketika diinterogasi oleh pihak kepolisian, OUL menjelaskan bahwa dirinya tidak ikut serta dalam mengahabisi nyawa korban tetapi  AK dan istri korban yang memukul menggunakan kayu sementara dirinya hanya membantu mengangkat mayat ke hutan.

Sebelumnya ketika dikonfirmasi Flores Independen pada Kamis (4/8/2016) di Kantor Polres Manggarai, istri OUL yang berinisial MM, 19 tahun, menceritakan bahwa suaminya disuruh membunuh IMJ dengan bayaran 15 juta rupiah. Tetapi ketika mendengar hal itu dirinya kaget dan bertanya kepada OUL kenapa dia harus melakukan itu.Dikatakan MM, setelah OUL menjelaskan kejadian tersebut, dia langsung memilih kabur dari rumah tanpa sepengetahuannya.

Sementara itu, AK salah satu pelaku pembunuhan sebelumnya mendatangi Molres Manggarai untuk mengantar sepeda motor korban, namun setelah itu dia langsung kembali ke kampugnya di Tureng bersama dengan pihak kepolisian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di kampung tersebut AK lalu mengakui perbuatannya dan menceritakan semua kronologis kejadian kepada pihak kepolisian. Setelah mendengarkan pengakuannya pihak kepolisianpun mengamankan pelaku di Polres Manggarai.

Menurut pengakuan AK, dirinya bersama OUL disuruh oleh MVE, 35 tahun, yang tak lain merupakan istri korban untuk membunuh suaminya dengan bayaran masing-masing 15 juta rupiah. Dalam perbincangan tersebut kata AK, bahwa ada cerita tentang hubungan keluarga mereka yang tidak harmonis atau sering mengalami percecokan. Melihat kondisi ini isteri korban mengambil keputusan untuk kembali ke kampung halaman orangtuanya di Tureng Desa Legurlai Kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur. Setelah bercurhat seputar  persoalan rumah tangganya, istri korban menawarkan sejumlah uang tebusan untuk membunuh IMJ.

“Rencana pembunuhan IMJ sudah didiskusikan sebelumnya. Kami melakukan sesuai dengan perintah istri korban terkait dengan strategi-strategi untuk menghabisi nyawa IMJ suaminya,” ungkap AK. Menurut pengakuan AK  pada hari Sabtu (27/7/2016) IMJ tiba dikampung Tureng Desa Legurlai Kecamatan Elar dengan menggunakan sepeda motor. Pada kesempatan itu istri korban langsung mengajak IMJ menjenguk saudara laki-lakinya di Kampung Marabola yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Kampung Tureng.

Dalam perjalan itulah, tepatnya di hutan bambu Arus Tureng, istri korban sengaja meminta suaminya untuk berhenti karena dirinya hendak membuang air kecil di dalam hutan yang jaraknya sekitar 10 meter dari jalan.Tiba-tiba istrinya teriak minta tolong karena digigit ular, mendengar suara tersebut suaminya langsung menuju kehutan untuk membantu istrinya.

"Ketika korban berada dikawasan hutan bambu Arus Tureng  tersebut saya melihat OUL memukul korban dikepala berulang-ulang kali sehingga korban pun jatuh tersungkur. Setelah korban pingsan lalu MVE,  istri korban memukul IMJ dikepala dan punggung menggunakan sepotong kayu milik OUL secara berulang-ulang kali. Sementara tugas saya saat itu menarik jenasah korban sekitar 10 meter dari lokasi kejadian supaya orang-orang sekitarnya tidak melihat jasad korban, kami laksanakan tugas sesuai perintah dan rencana,” tutur AK sambil tertunduk.[] Editor : Jimmy

 
groups: