Menanti Hasil Uji Kompetensi Eselon II, Ini Pernyataan Mengejutkan Bupati Deno

  • Sharebar

Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH, MH

Laporan Wartawan Flores Independen, Konstantinus Hona

RUTENG, FI - Ujian kompetensi pejabat eselon II di lintas pemerintah Kabupaten Manggarai telah dilaksanakan pekan lalu. Menanggapi hal tersebut, Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus SH, MH menuturkan ikwal hasil uji kompetensi belum diserahkan kepada dirinya namun ujian tersebut sudah dilaksanakan pada minggu lalu.

Diterangkanya, dokumen hasil uji kompetensi masih dipegang oleh tim pansel sehingga sejauh ini dia mengakui belum mengetahui hasil uji kompetensi dari seluruh pejabat eselon II.

Menurut dia, ujian kompetensi ini dalam rangka pemetaan potensi yang dimiliki oleh seluruh pejabat eselon II sehingga memudahkan pihaknya untuk menempatkan pejabat yang berkompetensi.

"Melalui ujian kompetensi ini untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh sejumlah pejabat eselon II di pemerintah Kabupaten Manggarai, sehingga penempatan pejabat berdasarkan potensi yang dimiliki masing-masing," jelas Deno.

Dikatakan Deno, penempatan pejabat eselon II di masing masing dinas akan diuji kelayakannya selama satu tahun melalui kinerja hasil kerja.

"Penempatan pejabat eselon II ini tidak kekal. Bisa saja akan ada pergantian. Itu semua tergantung kinerja hasil kerja misalkan, dalam satu tahun pemerintah Kabupaten Manggarai targetkan harus bebas dari wajar dengan pengecualian (WDP) namun kalau kondisi rilnya, hasilnya tetap sama dalam temuan BPK maka akan diadakan pergantian," tegasnya.

Hal yang berikut kata dia, pergantaian pejabat eselon II apabila hasil kerjanya tidak memenuhi target. Dia mencontohkan  pada dinas apabila angka kematian ibu dan bayi tidak mengalami penurunan maka pejabat dinas terkait dapat digantikan dengan pihak lain. “Begitupun pada seluruh dinas di lingkup pemerintahan Kabupaten Manggarai akan diperlakukan hal yang sama yakni apabila kerja tidak sesuai dengan target dengan sendirinya akan digantikan posisinya,” tegas Deno.

Pada prinsipnya, tutur Deno, dirinya menghendaki agar pola kerja dari setiap dinas harus  fokus, terukur, teruji, dan tuntas sehingga hasilnya memuaskan bagi masyarakat dan kita semua.

Lanjut Deno, sejauh ini seluruh pejabat eselon II di lingkup pemerintah Kabupaten Manggarai belum mengikuti tes kesehatan secara lengkap. Tes kesehatan tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan tim dokter yang melakukan pemeriksaan adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Manggarai.

Disampaikanya, tes kesehatan sangat penting dilaksanakan untuk mengatahui kondisi jasmani dari setiap pejabat eselon II sehingga melahirkan pemimpin yang sehat karena kesehatan merupakan salah satu kriteria untuk menjabat pada dinas tertentu.

Hala lain yang ditekankannya bahwa proses mutasi pejabat eselon II tidak ada unsur politik. "Saya tidak pernah dendam dengan proses pilkada kali lalu, tetapi diharapkan penempatan pejabat eselon II tersebut adalah pejabat yang memiliki semangat kerja nyata, integritas, melayani masyarakat dengan tulus, dan mampu menerjemahkan dan menjalankan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Manggarai," jelasnya.

Terpisah, Karolus Gome mengungkapkan proses mutasi pejabat eselon II merupakan momen untuk menentukan nasib kabupaten ini selama lima tahun ke depan.

"Penempatan pejabat eselon II ini sangat menentukan nasib Kabupaten Manggarai kedepannya. Apabila  pejabat yang menduduki dinas tertentu tidak berkompeten maka Manggarai mengalami langkah mundur,” kata Gome.

Dia berharap, pejabat yang ditempatkan pada dinas-dinas harus mampu menjalankan visi misi Bupati sehingga Manggarai semakin maju, makmur, dan sejahtera. Selain itu menurut Gome, proses mutasi ini kiranya mendapatkan pejabat yang memiliki semangat kerja nyata dan melayani masyarakat dengan sungguh.[]Editor: Otto

 
tags: 
groups: