Lagi, Satpol PP Manggarai Tangkap 12 Pelajar Indisipliner

  • Sharebar

Sejumlah pelajar sekolah menengah yang terjaring razia indisipliner (membolos) saat jam sekolah di Ruteng.

Laporan Wartawan Flores Independen, Konstantinus Hona

RUTENG, FI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai Jumat (30/9/2016) menangkap 12 pelajar di Kota Ruteng yang kedapatan sedang berkeliaran dan tidak mengikuti proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Ini diungkapkan Kasat Polisi Pamong Praja Pemkab Manggarai Drs. Venansius Burhan.

Dikatakan Venansius dari keduabelas siswa tersebut, delapan orang merupakan murid SMP dan 4 orang lainya murid SMU yang ada di Kabupaten Manggarai.

Siswa yang berhasil diamankan oleh Sat Pol PP katanya adalah MS, IJ, dan TY ketiganya siswa pada SMK Karya Ruteng dan AR siwa SMK Negeri I Wae Ri’i, sekolah yang terletak di arah timur Kota Ruteng.

Selain itu, kata Venansius Pol PP berhasil mengamankan 8 siswa SMP Widya Bhakti Ruteng yang sementara berkeliaran pada kegiatan belajar mengajar.

"Maraknya anak sekolah yang berkeliran pada kegiatan proses belajar,hal ini dibuktikan hampir setiap hari jumlah siswa yang ditangkap oleh pol pp mengalami peningkatan"terangnya

Penertiban anak sekolah yang lakukan oleh Sat Pol PP Kabupaten Manggarai ini merupakan amanat peraturan daerah (Perda)  nomor 2 tahun 2016.

"Penertiban terhadap PNS dan anak sekolah menjadi kegiatan rutinitas dan tanggung jawab moril kita bersama baik guru, orangtua murid, maupun Pol PP karena  begitu banyak anak sekolah yang berkeliaran di Kota Ruteng pada kegiatan proses belajar mengajar berlangsung. Kegitan ini juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan di Manggarai sehingga siswa/siswi yang di tangkap akan melakukan pembinaan mental dan bertanggungjawab atas perbuatan mereka yang dapat merugikan masa depannya dan orangtua masing-masing," jelas Venansius.

Sejauh ini, lanjutnya, keduabelas siswa yang diamankan Pol PP  membuat  penandatanganan surat pernyataan untuk tidak bolos pada jam sekolah  dihadapan Pol PP dan surat tersebut akan diserahkan ke orangtua/wali pelajar bersangkutan.

Diterangkannya pula, langkah yang ditempuh oleh pihak Pol PP terhadap siswa yang bolos itu, diadakan pembinaan mental serta mengucapkan lima sila Pancasila. Apa kenyataannya? Sungguh memprihatinkan karena hampir sebgian besar pelajar yang terjaring operasi ini ternyata tidak menghafal sila-sila Pancasila.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga,  Adrianus Empang, saat dimintai pendapatnya, Sabtu (1/10/2016) menjelaskan pihaknya sangat mendukung tidakan satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Manggarai dalam penertiban siswa yang berkeliaran pada jam sekolah dan diharapkan pihak sekolah harus melakukan pengecekan terhadap siswa-siswa yang sering bolos dan diberikan sanksi.

Menurutnya, tindakan Pol PP ini merupakan amanat Perda no 2/2016 tentang penertiban PNS dan anak sekolah sehingga melalui penertiban ini dapat meyelamatkan masa depan peserta didik.

Terpisah, orangtua wali salah satu siswa SMK Karya Ruteng yang tidak bersedia namanya ditulis menegaskan dirinya sangat mendukung tindakan Pol PP Kabupaten Manggarai untuk melakukakn penertiban anak sekolah yang berkeliaran pada kegiatan belajar mengajar.

Ketika mendapatkan informasi bahwa anaknya ditangkap Sat Pol PP dirinya mengaku kaget karena diluar dugaanya bahwa anaknya sering bolos pada jam sekolah.

"Saya selaku orangtua wali tidak tahu kalau anak saya bolos, soalnya setiap pagi mereka selalu menggunakan seragam untuk besekolah. Jika seandainya Sat Pol PP menangkap mereka sementara berkeliaran mohon untuk diinformasikan ke pihak orang tua juga agar kami dapat memberikan pembinaan mental terhadap perilaku anak-anak kami," pintanya.[]Editor: Otto

 
tags: 
groups: