Bupati Dula: Ini Sudah Keterlaluan, Ini Fitnah!

  • Sharebar

Laporan Wartawan Flores Independen, Donatus Jehadir

LABUAN BAJO, FI - Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dula akan mengambil langkah tegas atas fitnah dan pencemaran nama baik  yang disampaikan oleh Ir. Hugeng Satyadi, seorang pengusaha di Labuan Bajo terhadap dirinya  melalui media online radarntt.com yang dirilis Senin (19/09/2016) terkait permasalahan sengketa kepemilikan tanah di Nanga Bido.

Seperti yang diberitakan sebelumnya melalui salah satu portal online, Ir. Hugeng Satyadi yang mengklaim pemilik tanah tersebut kepada radarntt.com mengatakan bahwa Bupati Manggarai Barat Agustinus CH Dula ikut terlibat mendesak pertanahan agar segera mengeluarkan sertifikat atas tanah tersebut dengan nama beberapa orang warga Nanga Nae sesuai rekomendasi. Desakan Bupati Dula ini dengan tujuan agar status tanah tersebut jelas kepemilikannya yakni beberapa orang Nanga Nae agar segera diserahkan ke PT. Pelindo III Surabaya.

Bahkan, sebagaimana dirilis media online tersebut, Hugeng menyebutkan menduga bahwa orang yang merampas lahannya sudah menerima 8-14 miliar dari PT. Pelindo sebagai uang muka untuk menjual tanah tersebut. Sehingga tanah tersebut menjadi milik mereka. “Jadi mereka ini sudah menerima uang 8 sampai 14 miliar dari Pelindo sebagai uang muka,” ujar Hugeng sebagaimana dikutip.

Hugeng menyebutkan uang tersebut mengalir kebeberapa tangan pejabat elit di Manggara Barat. Diduga orang yang menerima uang tersebut, Bupati Dula, Camat Komodo Nur, Sekertaris Camat, dan BPN.

Namun tuduhan Hugeng tersebut dibantah keras oleh Bupati Dula. Dia mengaku, mendesak BPN Manggarai Barat agar segera mengeluarkan sertifikat tanah milik PT. Pelindo di Nanga Bido adalah semata-mata demi kepentingan pembangunan pelabuhan Marina untuk kapal-kapal pesiar di Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Bupati Dula, tujuan dari tindakannya mendesak BPN Manggarai Barat adalah untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Manggarai Barat, demi kepentingan masyarakat umum. Karena aturannya pelabuhan Marina tersebut baru dapat dibangun jika tanahnya sudah bersertifikat atas nama PT. Pelindo.

“Apabila pelabuhan Marina selesai dibangun di Nanga Bido maka, keuntungannya akan sangat besar bagi Kabupaten Manggarai Barat. Selain dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat dan tentunya akan menyerap banyak tenaga kerja lokal nantinya, sehingga angka pengangguran sedikit dapat ditekan,” jelas Bupati Dula.

Terkait dengan fitnah yang disampaikan oleh Ir. Hugeng di media bahwa dirinya menerima sejumlah aliran uang dari PT. Pelindo, Bupati Dula menuturkan bahwa untuk hal tersebut dia akan segera mengambil langkah hukum.

“Ini sudah keterlaluan, ini fitnah dan pencemaran nama baik namanya. Saya tidak mengetahui bagaimana proses jual beli tanah di Nanga Bido itu awalnya seperti apa. Saya juga tidak memiliki tanah disana. Yang saya tahu berdasarkan informasi dari Camat Komodo bahwa pemilik sah dari lahan di Nanga Bido sudah menjual dan menerima uang dari PT. Pelindo, oleh karena itu saya mendesak BPN Manggarai Barat untuk secepatnya mengeluarkan sertifikat tanah milik PT. Pelindo, sehingga pembangunan pelabuhan segera dimulai. Karena ini satu-satunya peluang kita untuk membangun pelabuhan yang luas dan lengkap ditengah keterbatasan APBD Kabupaten Manggarai Barat,” tegas Bupati Dula.

Ketika ditanya  langkah hukum seperti apa yang akan diambil terkait fitnah atau pencemaran nama baik yang disampaikan oleh Ir. Hugeng, Dula menerangkan bahwa semuanya akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

“Nanti akan dikaji lebih dalam, teknisnya seperti apa nanti ikuti saja perkembangannya, yang pasti tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Manggarai Barat, Belasius Jeramun beberapa kali dihubungi oleh media ini melalui telepon selular, tidak menjawab panggilan selularnya.

Ir. Hugeng Satyadi saat dihubungi oleh media ini melalui telepon selularnya pada Rabu (21/9/2016) siang tidak bersedia memberikan tanggapan. “Silahkan tanyakan pengacara saya saja untuk penjelasannya,” jawabnya singkat.[]Editor: Otto

 

 

 

 
tags: 
groups: