Akhirnya, Bupati Deno Buka Suara Seputar Mutasi Pejabat Eselon II

  • Sharebar

Laporan Wartawan Flores Independen, Konstantinus Hona

RUTENG, FI - Mutasi pejabat eselon II di lingkup Setda Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini menjadi perbincangan hangat diantara para birokrat, masyarakat, dan pemerhati kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Teka-teki penuh tanda tanya siapa menduduki posisi apa terus didiskusikan banyak pihak.

Informasi adanya penggodokan atau “kocok ulang” pejabat eselon II di korps PNS lingkup Setda Kabupaten Manggarai langsung di tanggap oleh Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus SH, MH saat ditemui media ini, Sabtu (17/9/2016) di kantor bupati Manggarai, yang terletak di pusat Kota Ruteng.

Bupati Deno menjelaskan ihwal proses mutasi pejabat eselon II akan didahului  dengan uji kompetensi oleh tim independen dari kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bali dan Universitas Nusa Cendana Kupang.

"Tim independen ini melibatkan rektor Undana dan profesor dari kantor regional X BKN Bali. Tim tersebut akan menguji kompetensi dari seluruh calon pejabat," jelas Kamelus kepada Floresindependen.com di ruang kerjanya.

Menurut Deno, proses uji kompetensi bagi seluruh calon pejabat  akan diselenggarakan minggu depan. Menurut dia, uji kompetensi ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh calon-calon pejabat yakni kompetensi manajerial, teknis, dan lain-lain.

"Kehadiran Tim uji kompetensi calon pejabat ini untuk menilai dan mengetahui kompentesi yang dimiliki oleh calon pejabat, sehingga penempatan pejabat pada instansi tertentu dapat memahami akan tugas pokok dan fungsinya," tutur Deno.

Selain itu, kata Deno, pemerintah Kabupaten Manggarai akan bekerja sama dengan ikatan dokter indonesia (IDI) untuk pemeriksaan kesahatan  para calon pejabat secara lengkap. Pemeriksaan kesehatan  ini untuk mendapatkan calon pejabat yang sehat secara jasmani.

Menurut Deno, hasil uji kompetensi dan pemeriksaan kesehatan akan menentukan pejabat yang lolos dalam menduduki jabatan tertentu dan ia berharap pejabat eselon yang lolos seleksi agar memiliki kempuan, integritas, profesional, melayani masyarakat dengan tulus, memiliki spirit kerja nyata, dan bebas dari korupsi-kolusi dan nepotisme (KKN).

Terpisah, Agus Jema, pemerhati kinerja birokrasi menyampaikan apresiasi kepada Bupati Manggarai yang memiliki komitmen untuk menghadirkan tim independen untuk menguji kompetensi dari calon pejabat di lintas Setda Kabupaten Manggarai.

“Melalui tahapan uji kompetensi tersebut  dapat menetukan calon pejabat yang kompoten dan memahami terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang,” kata Jema.

Dia berharap pejabat eselon II yang terpilih berdasarkan hasil uji kompetensi dapat melayani masyarakat Manggarai dengan baik, memiliki komitmen untuk membangun, rendah hati, dan memiliki prinsip untuk kerja nyata juga mempunyai kemampuan untuk menjabarkan visi-misi bupati dan wakil bupati Manggarai.[]Editor: Stefanus
tags: 
groups: